Baliku.in

Ulasan tempat wisata dan kuliner bali

Showing posts with label holiday. Show all posts
Showing posts with label holiday. Show all posts

Nyang Nyang Beach bukan pantai kuta yang biasa

Jalan jalan dibali memang takan pernah membosankan, namun yang selalu dalam ingatan para pelancong adalah pantai kuta dan kuta dan kuta. Padahal di bali ini banyak sekali menyimpan panorama pantai yang sangat mengagumkan dan memberi kesan yang mendalam.
Yups kali ini akan diperkenalkan Pantai Nyang Nyang, dari nama saja sudah aneh bin ajaib nyang nyang kalau dalam bahasa bali mungkin sama dengan sejenis serangga yang memiliki kemampuan menyengat. Tak salah lagi pantai nyang nyang memang menyengat pikiran dan membuat lidah terasa lumpuh untuk tidak ber teriak WOW.
Pantai Nyang Nyang
Untuk mencapai lokasi Nyang Nyang Beach tidak lah mudah karena jalan yang masih berbatu kapur cukup memberi tantangan yang sepadan, agar mampu menikmati keindahan pantai Nyang Nyang. Medan yang berat membuat para pelancong enggan untuk datang kesini.
google maps pantai nyang nyang
Lokasi pantai nyang nyang berada di bawah tebing dekat dengan jalan menuju uluwatu. Selain akan menemui pemandangan pantai, sepanjang perjalanan akan melihat pemandangan monyet monyet hutan yang bergelantungan dan suasana yang masih asri sejuk dan nikmat serasa terbayar semua pengorbanan untuk menyusuri jalan menuju pantai nyang nyang ini.

Pantai nyang nyang yang airnya jernih


Selain jalanan yang masih berbatu kapur, kita juga akan disuguhkan dengan tangga yang sedikit terjal yang harus dilewati untuk mencapai pantai nyang nyang dan bercengkrama dengan pasir putih dan belaian ombaknya. Hati hati ya kawan, karena jika musim hujan tangga menjadi sedikit licin, tapi kalau mau expres bisa saja menggelinding di anak tangga menuju pantai heheheh.
Petunjuk arah Pantai nyang nyang
Keren kan anak tangga nya, lumayan lah buat gempur lemak yang menggumpal diperut biar sedikit terkuras.
anak tangga menuju pantai nyang nyang
tidak menyesal deh kawan jika sudah ke nyang nyang di jamin bakalan males pulang selain karena pantainya yang aduhai banget dan air yang jernih juga karena harus melewati anak tangga lagi. hehehe selamat menikmati nyang nyang beach ya. good luck
Pantai Nyang Nyang

Liburan sambil belajar ke Goa Garba di Gianyar


Liburan kali ini akan kita arahkan ke tempat bersejarah, yang sangat kental akan peninggalan peningalan jaman kerajaan pada abad ke 12 Masehi saat berkuasanya raja Jaya Pangus di bali. Nama dari situs purbakala ini adalah GOA GARBA. Goa garba berlokasi di Banjar Samigunung, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar atau sekitar 45 Km dari Bandara Ngurah Rai.
Pintu masuk Objek Wisata Goa Garba
Goa garba ini terletak di bawah Pura Pengukur Ukuran, Goa garba ini dibangun sebagai ceruk pertapan di tepi jurang sungai pekerisan. Disamping salah satu kolam di atas ceruk pertapaan terdapat sebuah lobang yang menuju ke sebuah ruangan atau terowongan yang gelap.
Di atas salah satu ceruk dipahatkan beberapa huruf dan di atas ceruk lainnya terdapat pula tulisan (sra) akan tetapi arti tulisan-tulisan itu tidak jelas. Di dalam ceruk yang pertama ada beberapa pahatan, misalnya sebuah papan batu yang berukiran gambar cerek. Di dalam Pura Pengukur-Ukuran terdapat beberapa batu berukiran dan sebuah batu ambangan pintu yang bertuliskan tahun 1116 Saka sama dengan angka tahun masehi 1194. Dalam tulisan itu disebutkan nama Dharmaanyar yang mungkin adalah nama Pura itu sendiri dahulunya.
Pintu masuk ke dalam Goa Garba
Di antara tangga tersebut terdapat bekas telapak kaki manusia yang di ceritakan adalah telapak kaki dari orang yang membuat ceruk pertapaan tersebut yaitu “Kebo Iwa”. Kebo Iwa adalah seorang yang sakti mandraguna.
Tapak kaki "Kebo Iwa"
Selain tapak kaki yang di luar ukuran orang biasa di Goa Garba juga terdapat tempat meditasi yang konon digunakan oleh Kebo Iwa.
Tempat Meditasi
 Selain peninggalan tersebut diatas, di Goa Garba juga ada Prasasti yang terbuat dari batu padas memiliki panjang 130 cm, lebar 52 cm, dan tebal 18 cm, itu hanya memuat tiga baris kata. Adapun tulisan yang tertuang dalam prasasti Pura Pangukur-ukuran sebagai berikut:

1….suasti cri caka warsatitanagata wartamana 1116-phalgunamasa tithi pancami cuklapksa.
2….a…wa..wr ning julung pujut dewa arta. Irika dewasa nira mpungkwing dharma hanar
guru aji mapanji jiwaya-a
3 …..amurnajiwa ingkang astapaka mowah bhyumi bhatari 1 jro I H 9eng) apanti maka muka
mukan ratna kunya (Rapa)…da….

Artinya :
1 …..Selamat Berbahagia tahun caka yang telah lewat yang akan datang dan yang sedang berjalan (saat ini) 1116, bulan kedelapan (sasih kawulu) pada hari kelima paro terang (pananggal ping lima).
2…..Urukung, wage, wraspati, wuku pujut, dewanya arta, pada saat itulah beliau orang suci di Dharmma Hanyar sebagai guru sang raja (bawaganta) bernama Jiwaya.
3……. telah sempurna jiwanya dalam hal astapaka (kawikon) dan lagi wilayah (linggih) batara-batari di dalam dan di luar (jeroan dan jaba) pura sebagai hulu di Ratna Kunjara Pada.
Tangga Naik menuju Goa Garba
Ya Selamat menjelajah ya kawan mari tingkatkan wawasan tentang budaya nenek moyang kita yang semakin hari semakin tergerus budaya asing.

Blayag makanan enak selain Betutu

Hai sobat bagaimana kabar saat ber weekend kemarin? harus menyenangkan dunk. Yeah kemarin saat ke Singaraja menemukan makanan enak bin lezatos, yang bernama BLAYAG. Yuks betul makanan enak selain betutu adalah BLAYAG.
Mungkin kita mengenal yang namanya lontong sayur ya, hampir mirip lontong sayur namun dari segi rasa wahh kalah jauh, lebih lezat dan menggoyang lidah yang namanya blayag ini.
Kuahnya yang kental kare ayamnya bikin suasana hati melayang dan hhmmmm nendang bro. Disamping rasanya yang khas, aroma Ketupat yang terbungkus daun kelapa juga menjadi andil dalam menentukan rasa khas sie BLAYAG ini.
kalau dilihat dari penyajiannya sie simple yaitu ketupat,kare ayam, kacang goreng, suwiran ayam plus sayur urap namun dari rasa ga kalah nendang.
Ketupat Blayag berbentuk Lonjong

Jujur saja bisa nambah sampai 3 kali (maaf agak maruk, habis rasanya ini bro qiqiqi). Dan seperti biasa kalau anda ingin mencicipi BLAYAG langsung saja ke Singaraja ya ke daerah asalnya blayag, dijamin deh kuah kare kental nya nendang, aitt jangan kawatir kalau mau yang di sekitaran denpasar banyak ada salah satunya warung kaki lima Bu Agus yang di jalan tukad yeh aya sebelum per 4an lampu merah itu Warung Blayag Asli Singaraja .

Oh ya bagi yang mau membuat sendiri saya lampirkan resep nya  dari rasasangange

BLAYAG BALI

Bahan 1:
1/2 ekor ayam kampung
3 lembar daun jeruk
2 lembar daun salam
1 1/2 sdt garam
1 sdt gula
1 liter air
1 sdt LADAKU Merica Bubuk
1 sdt FOODY Bumbu Sop Rasa Ayam

Bahan 2 (dihaluskan) :
3 buah bawang putih
2 siung bawang putih
1 sdt DESAKU Kunyit Bubuk
1 sdt DESAKU Ketumbar Bubuk
2 cm jahe
2 cm lengkuas
2 cm kencur
1 sdt terasi

Bahan 3:
250 ml minyak goreng
75 g tepung beras, larutkan dengan 100 ml air
4 buah lontong
200 g urap-urap sayuran
100 g kacang kedelai, goreng garing
100 g serundeng pedas

Cara membuat:

1.       Rebus bahan 1 beserta bahan 2 dengan api sedang, hingga ayam empuk.
2.      Angkat, tiriskan ayam sampai dingin.
3.      Goreng ayam hingga kuning kecoklatan, angkat. Tiriskan dan suwir-suwir.
4.      Rebus sisa kaldu rebusan ayam hingga mendidih.
5.      Masukkan tepung beras, aduk rata hingga mengental.
6.      Atur lontong, urap-urap, serundeng dan ayam suwir diatas piring saji.
7.      Siram dengan bumbu kental dan taburi dengan kacang kedele goreng.
8.     Sajikan selagi hangat.

Laklak Jajanan Khas Bali Yang Harus Dicoba

Hmm karena berwisata bukan saja mengenal alam saja namun adat dan budaya sebuah daerah wajib kita ketahui. Kekayaan intelektual berupa kekayaan budaya dan bahasa di indonesia sangatlah mengagumkan. namun kita terkadang mengabaikannya.
Baiklah cukup bahasa pengantarnya hehehe, kata orang berwisata itu tak cukup hanya menikmati alamnya saja namun harus mencoba makanannya juga kan.
Yuks makanan yang akan kita coba adalah Jajanan Khas Bali yang Harus Dicoba adalah LAKLAK. Sudah pernah mendengar LAKLAK sebagai jajanan khas bali. Bicara jajanan ini sangat nikmat coi..(bikin meler nie...).
Gimana lihat gambarnya dah mulai meler meler ga qiqiqiqiq. yuks jajanan khas bali ini terbuat dari tepung beras dan pewarna hijau daun suji serta disajikan dengan parutan kelapa dan gula merah. Wahhhh jadi temannya kopi kintamani yahuuuudddddd bro. Jadi aman lah kan tanpa bahan pengawet dan pewarna buatan, semuanya alamai coi jadi ga usah kawatir.
Mari kita bahas caranya membuat beserta bahan bahan yang diperlukan, kalau sudah ga tahan nunggu tiket promo mau ke bali qiqiq mending kita buat dirumah saja ya.

Bahan- Bahan
-200 gram tepung beras
-25 gram tepung terigu protein sedang
-1/2 sendok teh baking powder
-50 ml air daun suji dari 20 lembar daun suji dan 2 lembar daun pandan
-1 sendok teh air kapur sirih
-3/4 sendok teh garam
-500 ml air
-100 gram kelapa parut kasar, dikukus

Gula Saus:
-250 ml air
-125 gram gula merah, disisir
-1 lembar daun pandan, dibuat simpul
-1/4 sendok teh garam
-3 buah nangka, diiris panjang

Cara Membuat :
Campur tepung beras, tepung terigu, baking powder, air kapur, garam, dan air daun sugih.
Aduk rata. tambahkan air sedikit-sedikit sambil diuleni dan dikeplok-keplok 20 menit. Diamkan 60 menit. Tuang satu sendok adonan kedalam wajan serabi tanah liat yang sudah dipanaskan.
Tuang adonan. Biarkan sesaat dengan api sedang. Kecilkan api. Tutup dan biarkan sampai matang.


Gula Saus: rebus air, gula merah, daun pandan, garam , dan nangka sambil diaduk sampai mendidih dan sedikit kental. Saring.

Sajikan jajanan laklak dengan taburan kelapa dan disiram sedikit larutan nangka.( cukup untuk 24 buah )
Nikmatnya disajikan dengan Kopi Kintamani wuiihhh enaknya tenang. suegerrrrr.

Vocations ke Goa Rang Reng

Ya kawan kembali kita akan menjelajah GIANYAR, betul salah satu kota yang dijuluki daerah seni di bali. Masih banyak tersimpan dan belum ter expose tempat tempat wisata alam dan budaya di bali, namun perlu kita sadari bahwa tempat tempat wisata maupun tidak adalah WAJIB bagi kita untuk tetap menjaga kelestariannya. Mungkin kita harus membuang kebiasaan kebiasaan buruk kita seperti corat coret, buang sampah sembarangan dan mengambil sesuatu dari suatu tempat, kalau mengambil gambar sie boleh boleh aja selama ga ada larangannya. Ada tiga sikap yang mesti kita tanamkan dalam diri traveller adalah 

1. Jangan mengambil sesuatu kecuali Gambar
2. Jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak
3. Jangan membunuh sesuatu kecuali waktu

Aitt jangan diartikan lain ya untuk meninggalkan jejak kita se enaknya mencorat coret, sadarlah akan keindahan alam adalah karuniaNYA jadi kewajiban kita untuk tetap melestarikannya.

Yo yo sudah terlalu panjang lebar tadi prakatanya hehehehe, mari kita lanjutkan tempat wisata yang akan kita kunjungi adalah GOA RANG RENG terletak di Banjar Gitgit Desa Babakan Kabupaten Gianyar Bali. Yups betul Goa Rangreng adalah tempat wisata baru yang kian rame dikunjungi, dan akses menuju Goa ini sudah dibuatkan.
Kalau Kawan mau menggunakan Google maps cukup di cari saja GOA RANG RENG sekitar 1,5 Km dari Air Terjun Kanto Lampo. Cukup Mudah untuk ditemukan.
Ya Selain penadangan dan air yang segar di Goa Rang Reng juga ada tempat untuk melukat ( membersihkan diri secara spiritual) karena ada campuhan (percampuran dua atau lebih aliran sungai) yang di yakini masyarakat sebagai tempat untuk melukat.
Keren kan, pasti deh kawan pingin goa rang reng ya.....ayo lah jangan berdiam diri dirumah ayo kita expose lebih jauh lagi bali ini.
Manfaatkan semua fitur gadget nya untuk foto foto selfie di goa rangreng. Keren kan. yuks ditunggu kehadirannya

Melali ke KANTO LAMPO BENG GIANYAR

Sudah lama tidak dapat ngeposting sesuatu tentang "Melali" ya jalan jalan bro. Kali ini akan saya posting yaitu AIR TERJUN KANTO LAMPO yang terletak di desa BENG Gianyar. Lokasi dari air terjun ini dekat pusat kota gianyar. di google maps cari saja dahulu Pura Dalem Gianyar. dari arah pura dalem ini ke arah timur akan ada petunjuk arahnya. Kalau tersesat silakan tanyakan ke penduduk setempat. hehehe. 
Kalau diukur jaraknya sekitar 39km dari bandara ngurah rai atau sekitar 1 jam jika kondisi tidak macet. Ya selain air terjun tegenungan yang sudah lama dikenal keindahannya, air terjun kanto lampo ga kalah menariknya bro.

Untuk menikmati wisata air terjun KANTO LAMPO ini dikenakan biaya retribusi sebesar Rp.5000/orang dan menuruni anak tangga yang tidak begitu terjal namun cukup menguras keringat juga, tapi tak apalah itu jantung sehat namanya.

Suasana yang segar dan air yang masih jernih membuat pikiran ini benar benar di refresh kembali.Oh Bali begitu indah dengan panorama alam yang sangat menakjubkan dan budaya tidak akan pernah kulupa, namun perkembangan kini..ah sudahlah tak usah di bahas mending kita merilekkan diri dengan hirup sepuasnya udara segar, air segar dan pemandangan yang indah.

Semoga para pelancong dan penikmat alam dapat menjaga keasrian tempat ini. Perlu di ingatkan Biasakan untuk Tidak mengotori tempat wisata dengan Corat coret ga jelas dan membuang sampah sembarangan. Jadilah pelopor kebersihan ya kawan. Mulai dari diri sendiri saja ya, karena alam sudah begitu banya memberikan yang terbaik kepada kita. Kewajiban kita hanya satu yaitu MENJAGANYA. Salam MELALI

Menikmati WaterBlow di Nusa Dua Bali

Senja memapar wajah ini dan angin pantai yang meniup sepoy sepoy seakan memanjakan kaki ini untuk melangkah, ingin rasanya tertidur sejenak tapi tersadarkan mau melihat Water Blow dulu. Ya perjalanan kali ini kita akan melihat water blow di bali ada di Nusa Dua tepatnya di kawasan BTDC.
Namun pada saat saya kesana ternyata laut lagi surut  dan jauh ke tengah. Suasana yang rame dengan pengunjung lokal dan luar memenuhi kawasan. Ya ada banyak hal yang saya amati dari para pelancong pelancong itu. Ada bule bawa anjing dan anjingnya membuang pup sembarangan di pungut sama bule nya dan di buang di bak sampah, luar biasa kebiasaan mereka tetap terbawa dimana bumi dipijak ternyata. Setelah saya palingkan pandangan saya ke pelancong dalam negeri hehe habis makan sampah berserakan, padahal bak sampah ada di dekatnya, ternyata beda kebiasaan antara pelancong luar dan pelancong lokal.
Ah kalau kita ga mulai dari diri sendiri semua ini akan tetap seperti ini, baiklah mari kita menikmati waktu santai ini dengan air yang surut dan ber jogging ria di kawasan BTDC yang asri ini.
Banyak hal yang dapat dinikmati di BTDC Nusa Dua Bali yaitu taman rekreasi yang luas dan merupakan kompleks perhotelan di bali.
Kalau di lihat penjelasannya dari web BTDC di dapat bahwa Bali Tourism Development Corporation (BTDC) adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara yang didirikan oleh pemerintah pada tahun 1973, dengan misi membantu pemerintah dalam pembangunan Nasional khususnya dibidang perekonomian melalui usaha Pengembangan Kawasan Pariwisata. Peranan awal BTDC adalah memperoleh lahan, membuat Master Plan, membangun prasarana dan Sarana Kawasan bertaraf Internasional, serta menyusun sistem investasi yang menarik bagi Investor untuk menanamkan modalnya di Nusa Dua Bali. BTDC Nusa Dua mengelola kawasan seluas kurang lebih 350 Ha, yang semula tanah tandus dan tidak produktif, menjadi kawasan pariwisata yang menarik di Bali. Kawasan ini bahkan telah terkenal di Manca Negara sebagai salah satu dari 6 kawasan pariwisata yang terbaik di dunia. Pembangunan prasarana kawasan Nusa Dua dilakukan oleh BTDC dengan sumber pembiayaan yang dipinjam dari World Bank sesuai aprraisal yang di buat pada bulan Mei 1974. Pinjaman World Bank telah dilunasi oleh BTDC lebih awal dari berakhirnya waktu pelunasan pinjaman.
 Ada water blow yang sangat indah dan juga tugu perdamaian dunia yang di saksikan oleh banyak negara
 Ada Helipad yang di bangun untuk menyambut kedatangan Obama yang tidak jadi hehehe

Dan masih banyak lagi pemandangan indah yang menyegarkan pikiran dan mata, sungguh senang hati ini dapat jalan jalan di negeri tercinta dan semoga para pelancong lokal dapat lebih menjaga kebersihan dari tempat wisata smoga tetap asri dan bersih.


Taman Soekasada Amlapura Bali

Perjalanan kali ini diarahkan ke kabupaten Karangasem dengan ibu kota Amlapura yang berada di Bali timur. Perjalanan dari denpasar ke Taman Soekasada atau sering disebut taman ujung (karena berada di ujung kali ya ) sekitar 75 Km dri denpasar atau sekitar 2.5 jam perjalanan.
Dalam perjalanan akan melewati by pass Ida Bagus Mantra yang merupakan bypass dengan jalur Truk truk besar, harap berhati hati ya dalam mengemudi ingat perlengkapan dan kondisi kendaraan sudah sip.
Taman Soekasada merupakan situs peninggalan jaman kerajaan, terletak dekat pantai di Desa Tumubu, Kecamatan Karangasem yang dikembangkan sebagai salah satu kawasan pariwisata Kabupaten Karangasem.
Taman Soekasada Ujung dibangun pada tahun 1919 pada masa pemerintahan Raja I Gusti Bagus Jelantik (1909 – 1945) yang bergelar Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem dan diresmikan penggunaannya pada tahun 1921. Taman ini dipergunakan sebagai tempat peristirahatan raja selain Taman Tirtagangga, dan juga diperuntukkan sebagai tempat menjamu tamu-tamu penting seperti raja-raja atau kepala pemerintahan asing yang berkunjung ke kerajaan Karangasem.
Taman Soekasada Ujung sempat mengalami kerusakan akibat letusan Gunung Agung pada tahun 1963 semakin diperparah lagi dengan terjadinya gempa di tahun 1976.Taman Soekasada Ujung, pada tahun 2001-2003 Pemerintah Kabupaten Karangasem memanfaatkan dana bantuan Bank Dunia membangun kembali Taman Soekasada Ujung dengan tujuan untuk mengembalikan keberadaannya kepada bentuk semula demi melestarikan warisan budaya yang menjadi kebanggaan Karangasem

Sesuai predikatnya sebagai Taman Air Kerajaan atau The Water Palace, maka Taman Soekasada Ujung memiliki 3 ( tiga ) buah kolam besar dan luas. Di tengah kolam I di sisi paling utara terdapat bangunan utama yang disebut “Bale Gili” yang dihubungkan oleh jembatan menuju arah selatan.
Di tengah-tengah kolam ini terdapat patung-patung dan pot-pot bunga. Di sebelah barat kolam I, di tempat yang agak tinggi terdapat bangunan berbentuk bundar, yang disebut “Bale Bunder” yang difungsikan sebagai tempat untuk menikmati keindahan taman dan panorama alam di sekitarnya. 


Di sebelah barat laut Bale Bunder, pada areal terasering yang tinggi terdapat bangunan persegi empat panjang yang disebut “Bale Lunjuk”. Ada sekitar 107 anak tangga menuju bangunan ini dari arah timur. Di tengah kolam II di sisi selatan kolam I terdapat bangunan yang disebut “Bale Kambang”. Bangunan ini dahulu berfungsi sebagai tempat jamuan makan untuk para tamu kerajaan. Di sebelah timur kolam II terdapat kolam III yang disebut Kolam Dirah dan merupakan kolam pertama yang dibuat oleh Raja Karangasem.


Di areal sebelah utara taman, di tempat yang tinggi terdapat patung “warak” ( badak ) dan juga patung “banteng” yang dari mulut kedua patung tersebut air memancur keluar menuju kolam. Dan sekitar 250m di sebelah utara taman ini tedapat sebuah pura bernama “Pura Manikan” yang juga dibangun oleh Raja Karangasem.
Ayo lebih mengenal lagi budaya kita melalui sejarah, kata bung karno JASMERAH "Jangan Sekali Melupakan Sejarah".

Liburan penyegar pikiran Jatiluwih Tabanan Bali

Hari hari di kota besar kadang membuat pikiran menjadi kurang konsentrasi dan berebut udara segar yang seolah olah segar dihembuskan oleh mesin bernama AC. Udara ini selalu memapar kulit dan tubuh,kayaknya kita perlu sesuatu yang nyata dan asli kesegarannya. Yuhuii tempat itu ternyata masih ada di muka bumi ini dan bernama Jatiluwih, yuks liburan penyegar pikiran kali ini berlokasi di Jatiluwih Tabanan Bali

Untuk menuju ke Jatiluwih tabanan kira kira diperlukan waktu sekirat 1,5 jam perjalanan dari denpasar-tabanan dengan jarak tempuh sekitar 70km. Sepanjang perjalan juga kita akan melewati pepohonan yang menghijau.
Sejauh mata memandang terlihat hamparan sawah yang masih asri membentang luasnya memanjakan mata ini dan segarnya udara di jatiluwih seakan memberikan obat yang mujarab dari penatnya rutinitas kota besar.
Menurut cerita penduduk setempat nama Jatiluwih berasal dari kata JATON dan LUWIH. Jaton artinya Jimat dan Luwih artinya Baik atau bagus, jadi kalau digabungkan Jatiluwih artinya jimat yang baik. Memang sampai saat ini keberadaan desa jatiluwih memberikan masukan yang baik kepada para pelancong nya dan juga masyarakatnya hehe.
Sedikit cerita mengenai penduduk di jatiluwih pada jaman dahulu kala banyaklah Brahmana, Kesatria, Wesia dan Sudra dari Daerah Tabanan yang berkunjung ke Desa Jatiluwih dengan harapan memohon keselamatan golongannya masing-masing. Akhirnya mereka itulah yang mendirikan Pura-Pura yang ada sekarang di Desa Jatiluwih seperti Pura Luhur Petali, Pura Luhur Bhujangga, Pura Rshi, Pura Taksu dan lain-lain. 

Mengenai penduduknya menurut cerita para Leluhur masyarakat Desa Jatiluwih, semuanya merupakan orang-orang pelarian dari berbagai daerah, beberapa diantaranya dapat diuraikan sebagai berikut :
Pada waktu Patih I Dewa Agung Putu Maruti yang memerintah di Puri Kaleran Karangasem melakukan penyerbuan ke Klungkung, maka keadaan disana menjadi kacau. Oleh karena kekacauan inilah banyak rakyatnya yang melarikan diri mencari tempat yang dianggap aman. Diantara rombongan pelarian itu yang berasal dari Kusamba melarikan diri sampai ke Kaki Bukit Batukaru. Ditempat ini mereka mendirikan perkampungan yang mereka namakan Kesambahan. Sampai saat ini ada salah satu  Banjar yang bernama Kesambahan. Kata Kesambahan berasal dari kata Sambeh (Bahasa Bali) yang berarti terpencar. Jadi oleh karena pendatang di Kaki Gunung Batukaru adalah pencaran dari Kusamba wilayah Kabupaten Klungkung, maka tempat tinggal pendatang itu dinamakan Kesambahan.
Pada saat Bendesa Buduk yang bernama Pasek Tohjiwa dikalahkan oleh Raja Mengwi, maka beberapa rakyatnya tidak mau tunduk kepada Raja Mengwi. Mereka pergi mengasingkan diri ke kaki Bukit Batukaru, mereka ini menempati berbagai Desa. Salah satu rombongannya yang paling besar menetap di Desa Jatiluwih. Memang benar sampai saat ini kebanyakan penduduk Desa Jatiluwih adalah warga Pasek Buduk. Ada lagi rombongan yang berasal dari Singaraja, yaitu dari Desa Gobleg. Salah seorang Pasek Gobleg kena fitnah dan diancam akan dibunuh atau dihukum mati oleh Raja Buleleng. Mungkin karena ketakutan, mereka bersama anak-anaknya melarikan diri sampai ke Desa Jatiluwih dan menetap disana sampai sekarang.
Berdasarkan uraian diatas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa penduduk Desa Jatiluwih sebagian besar nenek moyangnya merupakan orang-orang pelarian yang tidak mau tunduk pada perintah orang-orang yang dianggap musuhnya. Akhirnya setelah mereka mempunyai tempat tinggal yang tetap, maka mulailah dilakukan kegiatan membuka areal perkebunan dan persawahan
Ya begitulah sekelumit cerita dari jatiluwih semoga Hijaunya alam dan segarnya udara ini masih dapat kita nikmati secara bebas dan Keindahan masih tetap terjaga yang menjadi tanggung jawab kita sebagai generasi muda.


Liburan Seru di Bali ya ke Nusa Lembongan

Long weekend dari hari jumat sampai minggu karena pas jumat ada hari raya paskah, enak tenan yo kita menikmati liburan seru di Bali ya ke Nusa Lembongan. Dah mainstream klo ke Bali cuma di kuta doang hehehe. Kali ini kita menuju Nusa Lembongan.
Yap untuk menuju nusa lembongan kita harus menyebrang lautan dari Bali menuju Nusa Lembongan. Nusa Lembongan merupakan pulau kecil atau Nusa yang terpisah dari pulau induknya.
Ya untuk menuju Nusa lembongan kalian dapat menyeberang dari Sanur atau Pelabuhan Benoa dengan menyewa boat sekitar Rp. 90.000 rupiah/ orang nya sesampainya di Nusa Lembongan kalian dapat menyewa Sepeda motor sekitar Rp.60.000 -Rp.80.000 / hari nya untuk bisa puas berkeliling Nusa Lembongan. Banyak Objek wisaya yang dapat di nikmati seperti Rumah Underground atau Goa Gala -Gala. Rumah Bawah tanah ini dibangun oleh kakek yang berusia 75 tahun untuk proses pembuatannya memakan waktu sekitar 15 tahun bro..luar biasa kan semangat sang kakek. Rumah bawah tanah ini lengkap dengan kamar tidur, dapur, kamar mandi, ventilasi, ruang tamu, dan sumur, seperti rumah beneran.
Goa Gala Gala ini terispirasi dari cerita Mahabarata,yaitu saat Pandawa dikejar-kejar oleh Kurawa. Untuk menyelamatkan keluarganya, maka Pandawa menggali persembunyian bawah tanah dan selama 7 tahun tinggal di sana.
Selain mengelilingi Nusa Lembongan, kalian juga bisa menyebrang ke Nusa ceningan melalui jembatan Yellow bro seru banget bro pokoknya
Yang suka menyelam panorama bawah lautnya luar biasa keren bro dan nikmati indahnya ikan ikan pada menari
Setelah puas menikmati nusa lembongan saatnya bersantai dulu sebelum ingat bahwa besok sudah hari senin dan harus berkativitas kembali. Semoga dengan liburan kali ini pikiran menjad lebih segar dan siap berprestasi mengejar komisi hehehe Senin Hebat

Rumah Pohon Batudawa Tulamben Amlapura

Liburan kali ini menyusuri kawasan Bali Bagian timur. Ya tepatnya Kabupaten Karangasem dengan ibu kotanya Amlapura. Perjalanan menuju Karangasem dari denpasar cukup menyenangkan karena melewati jalan Bypass Ida Bagus Mantra yang lebar.
Namun yang akan kita cari kali ini adalah rumah pohon yang terletak di Desa Batudawe Kecamatan Kubu dekat dengan Tulamben. Perjalanan dari denpasar sekitar 3 jam perjalanan. Perhatikan plang dari jalan utama Menuju Tukad Abu. Penduduk setempat juga pada mengetahui lokasi rumah pohon.


Untuk dapat ke lokasi pemilik tidak memungut retribusi tetapi di donasi sukarela untuk menjaga objek ini tetap bisa di nikmati. Memang perjalanan menuju lokasi tidak mudah karena jalannya rada sempit dan jalanan tak semulus paha sahrini hehehe, tapi tetap semangat karna pemandangan yang indah sepanjang perjalannan akan mamanjakan mata kita dari penatnya udara kota.


Ya luamayan terobati kan rasa penasarannya, namun perlu diingat siapkan perbekalan dan konsumsi yang pas biar tidak kelaparan hehehe..salam menjelajah berikutnya

Wisata Tukad Unda Klungkung

Yuk mari kita kali ini akan melangkahkan tujuan ke wilayah Kabupaten Semarapura dengan ibukotanya Klungkung. Dahulu Semarapura merupakan Pusat pemerintahan kerajaan di bali, Banyak peninggalan sejarah yang tercatat di kabupaten ini. Namun kali ini yang akan kita tuju adalah wisata bendungan Tukad Unda yang airnya jernih mengalir sampai jauh menuju samudra.


Tukad Unda memiliki hawa yang sejuk dan segar. Batu-batu besar terdampar di hulu sungai. Kalau tak sedang turun hujan, air di sungainya kelihatan sangat indah dan jernih, terlebih sungai di Tukad Unda lain dari yang lain karena memiliki tingkat dua. Karena keindahan dan alirannya yang cukup deras, seringkali Tukad Unda juga dijadikan sebagai wahana untuk melakukan olahraga rafting atau arung jeram.



Ketika memasuki kawasan Tukad Unda kita disajikan aliran sungai yang segar dan bertingkat dua yang mengalirkan airnya dengan tenang sehingga mampu merefresh suasana hati dan melupakan segala problematika hidup yang tengah dihadapi.



Kawasan Tukad Unda terletak di Kabupaten Klungkung berjarak kurang lebih 62 km dari Bandar Udara Ngurah Rai menuju ke arah timur dan kira -kira ditempuh kurang lebuh 1,5 jam perjalanan. Tak sulit untuk menemukan Tukad Unda ini karena lokasinya yang sangat strategis dan terletak di jalan utama kota Klungkung.

Eit jangan lupa juga selain menawarkan wisata alam Klungkung juga menawarkan makanan khas nya yaitu Sate Languan yaitu sate ikan laut yang fresh karena langsung dari tangkapan nelayan setempat.


Ayo kita icip icip plus sayur serombotannya juga enak sekali bro..tak kalah dengan masakan barat bro. Dijamin Puas deh perjalannya ke Kabupaten Semarapura