Vocations ke Goa Rang Reng
baliku
Ya kawan kembali kita akan menjelajah GIANYAR, betul salah satu kota yang dijuluki daerah seni di bali. Masih banyak tersimpan dan belum ter expose tempat tempat wisata alam dan budaya di bali, namun perlu kita sadari bahwa tempat tempat wisata maupun tidak adalah WAJIB bagi kita untuk tetap menjaga kelestariannya. Mungkin kita harus membuang kebiasaan kebiasaan buruk kita seperti corat coret, buang sampah sembarangan dan mengambil sesuatu dari suatu tempat, kalau mengambil gambar sie boleh boleh aja selama ga ada larangannya. Ada tiga sikap yang mesti kita tanamkan dalam diri traveller adalah
1. Jangan mengambil sesuatu kecuali Gambar
2. Jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak
3. Jangan membunuh sesuatu kecuali waktu
Aitt jangan diartikan lain ya untuk meninggalkan jejak kita se enaknya mencorat coret, sadarlah akan keindahan alam adalah karuniaNYA jadi kewajiban kita untuk tetap melestarikannya.
Yo yo sudah terlalu panjang lebar tadi prakatanya hehehehe, mari kita lanjutkan tempat wisata yang akan kita kunjungi adalah GOA RANG RENG terletak di Banjar Gitgit Desa Babakan Kabupaten Gianyar Bali. Yups betul Goa Rangreng adalah tempat wisata baru yang kian rame dikunjungi, dan akses menuju Goa ini sudah dibuatkan.
Kalau Kawan mau menggunakan Google maps cukup di cari saja GOA RANG RENG sekitar 1,5 Km dari Air Terjun Kanto Lampo. Cukup Mudah untuk ditemukan.
Ya Selain penadangan dan air yang segar di Goa Rang Reng juga ada tempat untuk melukat ( membersihkan diri secara spiritual) karena ada campuhan (percampuran dua atau lebih aliran sungai) yang di yakini masyarakat sebagai tempat untuk melukat.Keren kan, pasti deh kawan pingin goa rang reng ya.....ayo lah jangan berdiam diri dirumah ayo kita expose lebih jauh lagi bali ini.
Manfaatkan semua fitur gadget nya untuk foto foto selfie di goa rangreng. Keren kan. yuks ditunggu kehadirannya
Melali ke KANTO LAMPO BENG GIANYAR
baliku
Sudah lama tidak dapat ngeposting sesuatu tentang "Melali" ya jalan jalan bro. Kali ini akan saya posting yaitu AIR TERJUN KANTO LAMPO yang terletak di desa BENG Gianyar. Lokasi dari air terjun ini dekat pusat kota gianyar. di google maps cari saja dahulu Pura Dalem Gianyar. dari arah pura dalem ini ke arah timur akan ada petunjuk arahnya. Kalau tersesat silakan tanyakan ke penduduk setempat. hehehe.
Kalau diukur jaraknya sekitar 39km dari bandara ngurah rai atau sekitar 1 jam jika kondisi tidak macet. Ya selain air terjun tegenungan yang sudah lama dikenal keindahannya, air terjun kanto lampo ga kalah menariknya bro.
Untuk menikmati wisata air terjun KANTO LAMPO ini dikenakan biaya retribusi sebesar Rp.5000/orang dan menuruni anak tangga yang tidak begitu terjal namun cukup menguras keringat juga, tapi tak apalah itu jantung sehat namanya.
Suasana yang segar dan air yang masih jernih membuat pikiran ini benar benar di refresh kembali.Oh Bali begitu indah dengan panorama alam yang sangat menakjubkan dan budaya tidak akan pernah kulupa, namun perkembangan kini..ah sudahlah tak usah di bahas mending kita merilekkan diri dengan hirup sepuasnya udara segar, air segar dan pemandangan yang indah.
Semoga para pelancong dan penikmat alam dapat menjaga keasrian tempat ini. Perlu di ingatkan Biasakan untuk Tidak mengotori tempat wisata dengan Corat coret ga jelas dan membuang sampah sembarangan. Jadilah pelopor kebersihan ya kawan. Mulai dari diri sendiri saja ya, karena alam sudah begitu banya memberikan yang terbaik kepada kita. Kewajiban kita hanya satu yaitu MENJAGANYA. Salam MELALI
Menikmati WaterBlow di Nusa Dua Bali
baliku
Senja memapar wajah ini dan angin pantai yang meniup sepoy sepoy seakan memanjakan kaki ini untuk melangkah, ingin rasanya tertidur sejenak tapi tersadarkan mau melihat Water Blow dulu. Ya perjalanan kali ini kita akan melihat water blow di bali ada di Nusa Dua tepatnya di kawasan BTDC.
Namun pada saat saya kesana ternyata laut lagi surut dan jauh ke tengah. Suasana yang rame dengan pengunjung lokal dan luar memenuhi kawasan. Ya ada banyak hal yang saya amati dari para pelancong pelancong itu. Ada bule bawa anjing dan anjingnya membuang pup sembarangan di pungut sama bule nya dan di buang di bak sampah, luar biasa kebiasaan mereka tetap terbawa dimana bumi dipijak ternyata. Setelah saya palingkan pandangan saya ke pelancong dalam negeri hehe habis makan sampah berserakan, padahal bak sampah ada di dekatnya, ternyata beda kebiasaan antara pelancong luar dan pelancong lokal.
Ah kalau kita ga mulai dari diri sendiri semua ini akan tetap seperti ini, baiklah mari kita menikmati waktu santai ini dengan air yang surut dan ber jogging ria di kawasan BTDC yang asri ini.
Banyak hal yang dapat dinikmati di BTDC Nusa Dua Bali yaitu taman rekreasi yang luas dan merupakan kompleks perhotelan di bali.
Kalau di lihat penjelasannya dari web BTDC di dapat bahwa Bali Tourism Development Corporation (BTDC) adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara yang didirikan oleh pemerintah pada tahun 1973, dengan misi membantu pemerintah dalam pembangunan Nasional khususnya dibidang perekonomian melalui usaha Pengembangan Kawasan Pariwisata. Peranan awal BTDC adalah memperoleh lahan, membuat Master Plan, membangun prasarana dan Sarana Kawasan bertaraf Internasional, serta menyusun sistem investasi yang menarik bagi Investor untuk menanamkan modalnya di Nusa Dua Bali. BTDC Nusa Dua mengelola kawasan seluas kurang lebih 350 Ha, yang semula tanah tandus dan tidak produktif, menjadi kawasan pariwisata yang menarik di Bali. Kawasan ini bahkan telah terkenal di Manca Negara sebagai salah satu dari 6 kawasan pariwisata yang terbaik di dunia. Pembangunan prasarana kawasan Nusa Dua dilakukan oleh BTDC dengan sumber pembiayaan yang dipinjam dari World Bank sesuai aprraisal yang di buat pada bulan Mei 1974. Pinjaman World Bank telah dilunasi oleh BTDC lebih awal dari berakhirnya waktu pelunasan pinjaman.
Ada water blow yang sangat indah dan juga tugu perdamaian dunia yang di saksikan oleh banyak negaraAda Helipad yang di bangun untuk menyambut kedatangan Obama yang tidak jadi hehehe
Dan masih banyak lagi pemandangan indah yang menyegarkan pikiran dan mata, sungguh senang hati ini dapat jalan jalan di negeri tercinta dan semoga para pelancong lokal dapat lebih menjaga kebersihan dari tempat wisata smoga tetap asri dan bersih.
Taman Soekasada Amlapura Bali
baliku
Perjalanan kali ini diarahkan ke kabupaten Karangasem dengan ibu kota Amlapura yang berada di Bali timur. Perjalanan dari denpasar ke Taman Soekasada atau sering disebut taman ujung (karena berada di ujung kali ya ) sekitar 75 Km dri denpasar atau sekitar 2.5 jam perjalanan.
Dalam perjalanan akan melewati by pass Ida Bagus Mantra yang merupakan bypass dengan jalur Truk truk besar, harap berhati hati ya dalam mengemudi ingat perlengkapan dan kondisi kendaraan sudah sip.
Taman Soekasada merupakan situs peninggalan jaman kerajaan, terletak dekat pantai di Desa Tumubu, Kecamatan Karangasem yang dikembangkan sebagai salah satu kawasan pariwisata Kabupaten Karangasem.
Taman Soekasada Ujung dibangun pada tahun 1919 pada masa pemerintahan Raja I Gusti Bagus Jelantik (1909 – 1945) yang bergelar Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem dan diresmikan penggunaannya pada tahun 1921. Taman ini dipergunakan sebagai tempat peristirahatan raja selain Taman Tirtagangga, dan juga diperuntukkan sebagai tempat menjamu tamu-tamu penting seperti raja-raja atau kepala pemerintahan asing yang berkunjung ke kerajaan Karangasem.
Taman Soekasada Ujung sempat mengalami kerusakan akibat letusan Gunung Agung pada tahun 1963 semakin diperparah lagi dengan terjadinya gempa di tahun 1976.Taman Soekasada Ujung, pada tahun 2001-2003 Pemerintah Kabupaten Karangasem memanfaatkan dana bantuan Bank Dunia membangun kembali Taman Soekasada Ujung dengan tujuan untuk mengembalikan keberadaannya kepada bentuk semula demi melestarikan warisan budaya yang menjadi kebanggaan Karangasem
Sesuai predikatnya sebagai Taman Air Kerajaan atau The Water Palace, maka Taman Soekasada Ujung memiliki 3 ( tiga ) buah kolam besar dan luas. Di tengah kolam I di sisi paling utara terdapat bangunan utama yang disebut “Bale Gili” yang dihubungkan oleh jembatan menuju arah selatan.
Di tengah-tengah kolam ini terdapat patung-patung dan pot-pot bunga. Di sebelah barat kolam I, di tempat yang agak tinggi terdapat bangunan berbentuk bundar, yang disebut “Bale Bunder” yang difungsikan sebagai tempat untuk menikmati keindahan taman dan panorama alam di sekitarnya.
Di sebelah barat laut Bale Bunder, pada areal terasering yang tinggi terdapat bangunan persegi empat panjang yang disebut “Bale Lunjuk”. Ada sekitar 107 anak tangga menuju bangunan ini dari arah timur. Di tengah kolam II di sisi selatan kolam I terdapat bangunan yang disebut “Bale Kambang”. Bangunan ini dahulu berfungsi sebagai tempat jamuan makan untuk para tamu kerajaan. Di sebelah timur kolam II terdapat kolam III yang disebut Kolam Dirah dan merupakan kolam pertama yang dibuat oleh Raja Karangasem.
Di areal sebelah utara taman, di tempat yang tinggi terdapat patung “warak” ( badak ) dan juga patung “banteng” yang dari mulut kedua patung tersebut air memancur keluar menuju kolam. Dan sekitar 250m di sebelah utara taman ini tedapat sebuah pura bernama “Pura Manikan” yang juga dibangun oleh Raja Karangasem.
Ayo lebih mengenal lagi budaya kita melalui sejarah, kata bung karno JASMERAH "Jangan Sekali Melupakan Sejarah".
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)













